KHILAFAH ISLAMIYAH AKAN SEGERA KEMBALI!!! (SEBUAH JAWABAN BAGI KAUM MUSLIMIN YG MERAGUKAN KHILAFAH!)

“Sesungguhnya awal dari agama kalian adalah kenabian dan rahmat. Maka nanti akan ada kenabian dan rahmat itu sesuai dengan apa yang menjadi kehendak Allah pada kalian. Kemudian Allah Yang Maha Mulia mencabut kenabian itu. Lalu akan ada mulkan adhdhon. Kemudian akan ada penguasa diktator. Maka terjadilah sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah pada kalian. Allah kemudian melenyapkan semuanya, lalu menggantinya dengan kekhilafahan yang mengikuti tuntunan kenabian.Dia memerintah berdasarkaan sunnah nabi. Dengan itu Islam akan berjaya di muka bumi ini maka penghuni langit dan bumipun meridhoinya hingga tak ada bagian langitpun tersisa selain diturunkan kepadanya. Juga kenikmatan dan tanaman bumipun tidak tersisa selain dikeluarkan untuknya.” (HR. Ahmad dari Hudzaifah RA)

Jundulloh

MERAYAKAN TAHUN BARU MASEHI ADALAH SEBUAH KEDZALIMAN DAN KEFASIKAN YG DILAKUKAN KAUM MUSLIMIN!

sebuah kedzaliman dan kefasikan besar yg dilakukan kebanyakan kaum muslimin pada malam ini! kedzaliman dan kefasikan dikarenakan mereka merayakan tahun baru masehi yg notabene hari raya orang kafir!
ketika tahun baru hijriah, begitu sedikt yg merayakannya dan mengisi dengan hal2 yang bermanfaat!

Semoga Allah mengampuni kelalaian kita.. Kelalaian…

INDAHNYA ISLAM DENGAN MENEBAR SALAM (KADO SPESIAL UNTUK MU DIHARI YANG INDAH ^^)

HUKUM MENGUCAPKAN DAN MENJAWAB SALAM

Ibnu Abdul Barr serta yang lainnya mengutip ijma’ kaum muslimin bahwa hukum mengucapkan salam adalah sunah dan menjawabnya adalah wajib.

Imam Qurthubi berkata, “para ulama sepakat mengucapkan salam adalah sunah yang sangat dianjurkan, sedangkan hukum menjawabnya adalah wajib, sesuai dengan firman Allah SWT, “Apabila engkau dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah SWT memperhitungkan segala sesuatu.” (QS. An Nisa; 86)

Menurut Imam Nawawi, Jika salam diucapkan oleh seorang kepada banyak orang maka hukumnya fardu kifayah (seperti Hukum menyolatkan jenazah), artinya jika hanya ada satu orang dalam jumlah banyak tersebut, yang menjawab salam dari seorang tadi maka gugurah kewajiban tersebut bagi yang lainnya. Tapi jika tak ada yang menjawab seorang pun maka orang-orang yang sedang berkumpul tersebut berdosa semua. Dan bila semuanya menjawab salam tersebut naka itulah puncak kesempurnaan dan keutamaan.

Hikmah dari mengucapkan dan menjawab salam sesama Muslim akan menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta di antara muslim. Diantara etika salam yang dapat mewariskan rasa cinta dan menambah kelembutan kasih sayang adalah berjabat tangan ketika berjumpa disertai dengan senyuman, keramahan dan dipenuhi dengan wajah yang berseri-seri.

Rosululloh Saw bersabda, “Siapa saja dari dua orang muslim yang bertemu lantas saling berjabat tangan, maka Allah SWT akan mengampuni dosa keduanya seblum mereka berpiah.” HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad.

Tentu dalam hal ini berjabat tangan yang sesuai dengan syariat Islam, yaitu laki-laki dengan laki-laki, wanita dengan wanita, atau laki-laki dengan wanita (muhrimnya)

Salam adalah simbol kasih sayang dan keselamatan. Salam juga merupakan risalah seorang muslim dalam mengekspresikan rasa cintanya kepada orang yang diberi salam.

Ketika membahas hal di atas, ane (saya) jadi teringat pada sahabat dekat ane, namanya NORIS. Saat masih sekolah, ia pernah dimarahi oleh guru olahraganya, ia benar-benar membuat sang guru naik pitam, entah apa yang dilakukan Noris. Kemudian ia dipanggil menghadap oleh sang guru olahraga tersebut. Ia tak tau mengapa disuruh menghadap, ketika ia masuk ke ruangan sang guru, beliau dengan wajah tersenyum mengetuk pintu sambil mengucapkan salam kepada sang guru. “Assalamu’alaikum, Pak..”.

Lantaran mendengar ucapan salam dari Noris sang guru seakan-akan luluh hatinya, emosi yang memuncak kandas ditengah jalan tak sampai dilampiaskan kepada Noris. SUBAHANLLOH. Begitu Indahnya Syariat Islam, ini (membiasakan mengucapkan salam) merupakan bagian terkecil dari ajaran agama yang dimuliakan Allah SWT (Islam).

Tidak sampai di situ, ketika Noris turun dari angkot saat pulang sekolah, uangnya tak cukup membayar jasa angkot. Dengan jumlah unag yang tak cukup, ia memberanikan diri untuk menyerahkan uang tersebut ke tangan sang sopir yang sudah lama menunggu seraya mengucapkan, “Maaf pak uangnya kurang, terimakasih sebelumnya, Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam..” jawab sang sopir. Angkot yang mengantarkan Noris pun perlahan tapi pasti meninggalkan Noris, sang sopir tak marah-marah. SUBHANALLOH..

Terlepas dari kisah di atas, banyak hikmah yang dapat diambil dari Noris, ia gemar menebarkan salam pada orang yang dikenal ataupun tidak dikenalnya. Sehingga sahabat-sahabatnya segan dan menghormati Noris.

Sudah lama ane (saya) tak ketemu dengan beliau, semoga Allah SWt senantiasa merahmatinya.

Ada satu lagi kisah tentang sahabat ane (saya), beliau ketika bertemu dengan teman-temannya, ia seringkali terlebih dahulu menyapa teman-temannya tersebut dengan wajah yang berseri-seri, senyumannya menyejukkan, perkataannya tak menyakiti hati dan perasaan teman-temannya. Ia sangat tawadhu’ dan tidak sombong, senantiasa menebar salam. Subhanalloh. Beliau adalah Frianda. Sosok remaja ini sangat lekat dengan organisasi yang diikutinya, KARISMA (Keluarga Remaja Islam Salman) ITB. Semoga Allah Swt merahmati mu wahai saudara ku yang dimuliakan Allah SWT.

Syukron, jazakallohukhoir akhi (saudaraku), antum telah menginspirasi ane (saya) untuk membiasakan menebar salam.

Rosululloh Saw bersabda, “Demi dzat yang menguasai diriku, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan belum sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam diantara kalian.” HR. Muslim

Yang dimaksud menyebarkan salam adalah menebarkan dan mengucapkannya kepada seluruh muslim, baik itu anak kecil, ataupun orang tua, jauh atau dekat, orang yang dikenal ataupun tidak.

Indahnya Ukhuwah Islamiyah

Akhirul kalam, semoga artikel ini bermanfaat dan mohon diluruskan jika ada kesalahan.

Alghifari, Mahasiswa STKS Bandung

MENGISI SISA UMUR AGAR BAROKAH DI SISI ALLAH SWT

MENGISI SISA UMUR AGAR BAROKAH DI SISI ALLAH SWT

Setiap orang memiliki waktu yang sama, 24 jam sehari. Akan tetapi, kenapa hasilnya bisa berbeda-beda/ ada yang usahanya sangat beruntung dan ada pula yang merugi. Ada yang mengatakan, jika kita ingin melihat orang yang merugi maka lihatlah orang-orang yang meiliki modal waktu, tenaga, dan kemampuan lainnya tetapi menghambur-hamburkannya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa satu-satunya yang tidak bisa direm adalah waktu. Setiap orang punya jatah yang sama. Orang yang nilainya baik dan tidak baik di sekolah/dikampus atau pun dalam pekerjaannya, sebenarnya memiliki kesempatan belajar yang sama. Sebab waktu yang dimiliki pun sama yaitu 24 jam. Semuanya tergantung pada kemapuan mengatur waktu.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal solih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” QS. Al Ashr; 1-3

indahnya ukhuwah Islamiyah

Dari firman Allah SWT serta hadits Rosululloh Muhammad Saw di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap manusia yang terus “bertambah umurnya” akan merugi kecuali orang yang meiliki kemampuan memanfaatkan waktu untuk 4 perkara:

Menguatkan keimanan atas kebenaran, berusaha menjadikan perbuatannya sebagai amal solih, mendakwahkan kebenaran dan sekaligus menjadi contoh, serta terus melatih kesabaran untuk menegakkan kebenaran.

Wallohu’alam..

Sahabat-sahabat ku yang dimuliakan Allah SWT semoga dengan semakin “bertambahnya umur” kita, kita dapat melejitkan potensi dan prestasi yang ada pada diri kita masing-masing.

Jazakumullohukhoironkatsiroon, syukron atas penghargaan yang sahabat-sahabat berikan kepada ane (saya), semoga apa yang menjadi impian, cita-cita dan doa yang kita mintakan kepada Allah SWT diijabah Nya.

Aa Gym dalam Artikel Alghifari..

Ditulis dalam ARTIKEL ISLAMI. Kaitkata: , , , . 1 Komentar »

SAATNYA DAULAH KHILAFAH ISLAMIYAH MEMIMPIN DUNIA

TIADA KMULIAAN TANPA ISLAM,TAK KAN SMPURNA ISLAM TANPA SYARI’AT,TAK KAN TEGAK SYARI’AT TANPA DAULAH,DAULAH KHILAFAH ROSYIDAH!
Usaha to mnerapkan Syari’at Islam scara kaaffah di dlm sstm DMOKRASI,hanyalah Utopis.
Pnerapannya akn stengah2.banyak jbakan di dalamnya.
Saatna ganti sstm,dgn pnyadaran&pncrdasan umat.
SLAMATKAN INDONESIA dgn Syar…i’at Islam dbawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah.

Panji Rosululloh Saw ketika berperang (bendera Ar Roya..

SEMANGAT TAUHID, bukan SEMANGAT NASIONALISME

Runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah th 1924,mnjadikn negara Islam trcerai brai mnjadi>50 negara.
Hl ini debabkan propaganda NASIONALISME negara kafir barat,inggris dkk,srta anteknya, Kemal Pasha.
*Ctatan ttg NASONALISME akn sgera trbit di fb ane(saya),silakn dbaca.
smangat nasionalisme BERBAHAYA!
SMANGAT TAUHID PNTING.

Panji Rosululloh Saw ketika berperang (bendera Ar Roya..

KEINDAHAN WANITA SOLEHA HARAPAN PEMUDA SOLEH ^^

MENYEMPURNAKAN JILBAB

Sejauh mana seorang muslimah memahami makna dari kerudung dan jilbab, ini memerlukan proses pembelajaran untuk meyempurnakan pemahaman terhadap dua hal tersebut. Perintah (kewajiban) dari Allah SWT bagi seorang muslimah untuk menggunakan kerudung terdapat dalam dalam QS. An Nur;31, dikatakan, bahwa wanita muslimah dilarang menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa ditampakkannya. Dalam hal ini para ulama sepakat, bagian wanita yang boleh dilihat oleh laki-laki asing (bukan muhrimnya) hanya wajah dan telapak tangannya.

Dan Allah SWT memerintahkan kepada wanita muslimah untuk mengulurkan kerudungnya (khimar) sampai ke dadanya. Artinya, perintah dari Allah SWT kepada wanita muslimah untuk menutup rambutnya, sehingga hanya terlihat wajahnya saja.

jadi jelas syarat yang memenuhi syariat Islam dalam berkerdung yaitu mengulurkannya sampai ke dada.

MEMAKAI KERUDUNG DENGAN CARA DILILITKAN KE LEHER, DIMASUKKAN KE DALAM BAJU, ATAU YANG TERLIHAT BAGIAN LEHERNYA SANGAT BERTENTANGAN DENGAN PERINTAH ALLAH SWT. MAKA WANITA MUSLIMAH JENIS INI BELUM MEMAHAMI MAKNA HAKIKI DARI KERUDUNG ITU SENDIRI.

NIAT SAHABAT-SAHABAT KITA INI SUDAH BAGUS, YAKNI KEINGINAN UNTUKMENUTUP AURAT, SEBUAH KESALAHAN KALAU KITA YANG SUDAH PAHAM MENCELA, APALAGI SAMPAI MEMBUAT WANITA MUSLIMAH YANG BELUM MEMAKAI KERUDUNG SESUAI DENGAN SYAR’I (BELUM SEMPURNA) INI MELEPAS KERUDUNGNYA.

YANG HARUS DILAKUKAN ADALAH MENYOSIALISIKAN DAN MENDORONG SAHABAT-SAHABAT MUSLIMAH UNTUK MNYEMPURNAKAN PEMAKAIAN KERUDUNG DAN MENGGUNAKAN JILBAB.

Kalau di Indonesia, kerudung(khimar) dibilang (sama dengan) jilbab, padahal dalam Al Qur’an, kedua istilah tersebut sangat berbeda.

Hampir rata-rata orang Indonesia salah memaknai jilbab dan kerudung. Yang namanya sudah berkerudung, berarti wanita muslimah tersebut sudah berjilbab. Padahal perintah (wajib) menggunakan jilbab terdapat dalam QS. Al Ahzab: 59.

Jilbab itu adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh, mulai dari pundak/ kepala sampai leher tertutup hingga seluruh tubuh (kecuali wajah dan telapak tangan).

Jadi, sebuah kesalahan jika mengatakan jilbab itu sama dengan kerudung. Supaya sederhana memahaminya, kerudung adalah penutup kepala yang diulurkan sampai ke dada, sedangkan jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh bagian tubuh atau sering disebut dengan baju gamis (baju sambung/ tidak terpisah pakaian atas dengan yang dibawahnya atau memakai rok).

Dalam QS. Al Ahzab:59 jelas perbedaan antara jilbab dan kerudung. Syarat jilbab itu sendiri adalah pakaian longgar yang long dress, tak menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya. tidak transparan, warna tak mencolok, tidak ketat.Pemahaman ini harus terus disosialisasikan kepada umat. Alhamdulillah, wanita muslimah masa kini sudah tak malu memakai kerudung, dan yang harus dipahamkan sekarang bagaimana cara menyempurnakannya setelah memakai kerudung.

Pertanyaan selanjutnya setelah memakai kerudung, yaitu “Bisa ga ya kalau pergi ke kantor (kerja) atau kuliah/sekolah memakai jilbab? Kan ga praktis, enaknya pakai yang pendek-pendek, pakai yang keat-ketat, lebih praktis..”

Wanita muslimah yang dimuliakan Allah SWT, ketika Allah SWT menurunkan perintah (wajib) bagi wanita muslimah untuk menggunakan jilbab (baju kurung/baju gamis), maka sungguh tak akan menghambat wanita muslimah untuk melakukan pekerjaan atau berbagai hal.

Ada sebuah kisah menarik yang diceritakan oleh Ustadzah Ir. Nani Wijayati, Pengasuh Women Study on Islam. “Saya sendiri punya pengalaman. Karena saya berlatarbelakang di bidang pertanian. Dulu, pada saat saya masih belajar untuk memakai kerudung, awalnya berproses. Pakai kerudung, bagi yang tak punya busana muslim apalagi jilbab, hanya mempunyai celana dan kaos panjang, ya pakaila celana dan kaos panjang saja.

Tapi ketika saya telah mengaji dan mengaji, saya berpikiran, “malu ya kalau kelihatan bentuk tubuh, termasuk kalau pakai celana panjang,” sehingga saya memakai rok.

Setelah ganti rok, kemudian saya mengaji lagi. Saya merasa belum sempurna hingga saya memakai jilbab (baju kurung/gamis, pakaian yang tak terpisah bagian atas dengan yang bawahnya/rok).

Pada saat itu tantangan yang saya hadapi justru, karena pertanian, saya ada praktik lapangan yaitu membajak sawah dengan traktor besar.

Dosen saya kebetulan non muslim, dan dia mengatakan, “Besok praktik lapangan, saya tidak bertanggung jawab atas orang yang tak pakai celana panjang dan kemudian ia kecelakaan saat mengendarai traktor.”

Kita yang pakai kerudung saling liat-liatan, bingung, kita kan dah biasa pakai rok, malu kalau pakai celana (panjang) lagi.

Akhirnya, saya dan beberapa teman menjadi takut karena ancaman dosen tersebut, daripada kena marah dosen, saya dan beberapa teman berpikiran untuk praktik kali ini pakai celana panjang.

Tapi saya mencoba untuk membuktikan, kalau memang saya yakin menggunakan jilbab ini tidak akan menghalangi saya, InsyaAllah Allah SWT akan menolong dan melindungi saya. Keesokan harinya saya dan 2 orang teman saya datang dengan menggunakan jilbab.

Dilapangan di traktor, orang-orang melihat aneh kepada saya, orang-orang sudah pakai celana panjang kita masih pakai jilbab.

Tapi saya ingin membuktikan saya harus hati-hati, yang pentingkan begitu, mau pakai celana panjang atau jilbab, kucina harus hati-hati.

Dan saya setir traktor tersebut tanpa pendamping, kalau yang lain pakai celana panjang pakai pendamping, saya coba, saya buktikan, saya setir traktor sendiri, puter-puter berkali-kali tanpa pendamping, tapi toh Alhamdulillah saya tak celaka.

Artinya, kembali kepada kitanya, InsyaAllah kalau kita mengangap perkara menggunakan jilbab adalah WAJIB dan benar, pasti Allah SWT akan memudahkan.

Sebaliknya, kalau kita ragu, tidak akan pernah kita mampu untuk menyempurnakan jilbab.”

Ada kisah yang menarik, seorang akhwat (wanita muslimah) ketika awal memulai karirnya di dunia pekerjaan, ia awalnya tak menggunakan kerudung.

Tapi setelah ia mulai mengenal Islam lebih dalam, ia mengaji, perlahan tapi pasti ia berusaha untuk bertingkah laku Islami, ia mulai menggunakan kerudung.

Pada saat itu, bosnya kaget melihat perubahan pada wanita muslimah tersebut yang menggunakan kerudung. Akhirnya bos tersebut marah dan meminta stafnya (wanita muslimah) ini untuk melepas kerudungnya.

Pertanyaan besarnya, “jika kejadian ini menimpa juga teman-teman kita yang lain, apa yang harus dilakukan oleh wanita muslimah?”

Tidak ada hubungan diantara manusia dengan manusia, yang tidak bisa dikomunikasikan.

Jika ada kasus yang serupa dengan di atas, secara legal tak ada aturan pemerintah yang melarang, hal tersebut hanya kebijakan personal dari atasannya yang menilai hal tersebut tak pantas (stafnya yang memakai jilbab).

Maka bagi wanita muslimah yang memahami apa yang mereka lakukan memiliki dasar yang jelas (berdasarkan Al Qur’an dan Sunah), yang harus dilakukan adalah mengkomunikasikan dengan baik dengan atasan tersebut. Jangan dulu berprasangka (su’udzon) dengan atasan, bisa jadi hal itu dilakukan atasan karena ia belum paham atau mereka ga suka.

Artinya untuk mengubah atasan dari yang tak suka menjadi suka atas wanita muslimah (stafnya) yang memakai jilbab, butuh proses komunikasi.

Yang harus dilakukan adalah mengomunikasikan keatasan dengan baik perihal mengapa seorang wanita muslimah (stafnya) memutuskan untuk (berubah) berkerudung dan berjilbab, dan perubahan itu tak mempengaruhi etos kerja seorang muslimah dalam pekerjaannya. Itulah sebenarnya komitmen muslimah tersebut ketika bekerja di dalam perusahaan.

Jadi, jika muslimah itu sendiri merasa, “ini pantes ga ya, ini dilarang ga ya?” ini kan perasaan yang mempengaruhi, bahwa kita tidak boleh menyerahkan keputusan kita hanya dengan perasaan, itukan buat orang yang rasional.

Makanya jangan pernah menyerah, jangan mundur untuk berkerudung dan bejilbab ketika tantangan itu ada di jaman saat ini. Kalau kita bisa menunjukkan kapabilitas kita memang dibutuhkan dalam perusahan itu, maka masalah pakaian bukan menjadi permasalahan utama lagi.

Ketika hal ini berhasil dilakukan, maka akan seperti bola es dan magnet, yang lain akan terpengaruh (baik), “wah ternyata berjilbab itu indah ya, nyaman dan tak menakutkan, ternyata kita bisa mengerjakan tugas di perusahaan dengan baik dan professional.”

Di dalam memahami islam, apapun termasuk dalam ibadah, pakaian, gaya hidup kita, semua ada tuntunannya di dalam Islam, sehingga kita jangan pernah berhenti untuk mencari dan menggali serta memahami tuntunan yang telah Allah SWT berikan melaui Rosululloh Muhammad Saw untuk ita jadikan sebagai gaya hidup kita. Baik dalam berpakaian sehari-hari, menjalin hubungan dengan manusia yang lain, membentuk ikatan yang harmonis dalam ikatan keluarga, menata persaudaraan dll, jangan pernah lepas dari tuntunan Allah SWT dan Rosul Nya Muhammad Saw.

INTINYA MAH, YANG MASIH MEMAKAI KERUDUNG (PAKAIANNYA MASIH TERPISAH ANTARA BAGIAN ATAS DENGAN BAGIAN BAWAH/MEMAKAI ROK), SEMOGA LANTARAN MEMBACA ARTIKEL INI TERDORONG UNTUK MENYEMPURNAKAN MEMAKAI JILBAB).

semoga Allah SWT memudahkan untuk memakai keduanya.

Ustadzah: Ir. Nani Wijayati, Pengasuh Women Study on Islam

Dalam kumpulan Artikel Alghifari, Mahasiswa STKS Bandung

alfahrisi.wordpress.com

gambaran umum tentang kerudung dan jilbab

bagian merah disebut kerudung, warna biru disebut jilbab, di dalamnya ada pakain lagi.
semoga Allah Swt memudahkan untuk memakai keduanya.

Ditulis dalam ARTIKEL ISLAMI, jilbab. Kaitkata: , . 15 Komentar »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.