“Pacaran Islami” ada gak ya?

Ini ada sedikit oleh-oleh untuk Sahabat-sahabat yang terlanjur menjalin hubungan pacaran (yang Rosulullah Saw saja TIDAKmemerintahkannya, apalagi Ilahi Robbi).
Bagi remaja, bila istilah itu disebut-sebut bisa membuat jantung berdebar. Siapa sich yang enggak semangat bila bercerita seputar PACARAN? Semua orang yang normal pasti senang dan bikin deg-degan. Nah, biasanya bagi remaja yang sedang kasmaran, mereka mewujudkan cinta dan kasih sayangnya dengan aktivitas pacaran.
Kayak gimana sich, jadi penasaran? (Deuuh, pura-pura enggak tau). Itu tuch, cowok dan cewek yang saling tertarik, lalu mengikat janji, dan akhirnya ada yang sampai hidup bersama layaknya suami istri dalam satu atap rumah dan satu kamar. Omong-omong soal pacaran, ternyata sekarang ada gosip baru tentang “pacaran islami”. Ini kabar benar atau cuma upaya melegalkan aktivitas baku syahwat itu ya? (law menurut Sahabat-sahabat gimana tuh, dengan “pacaran Islami?” ada gak?)
Ada yang bilang law pacaran Islami itu adalah pacaran yang mojoknya di sudut-sudut masjid. Yang wanitanya pakek jilbab dan yang cowoknya pakai baju koko. Wah, gawat bin darurat, law anak-anak muda sekarang telah banyak yang beranggapan dan melakukan hal seperti itu.
Setelah Gw amati, Aktivitas pacaran menelan banyak korban jiwa, harta, perasaan bahkan kemulian dirinya dihadapan Allah SWT. Setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun menjalani hubungan itu, tiba-tiba salah satu pasangan berkhianat dan menikah dengan orang lain. Tidak sedikit mereka mengakhiri kehidupannya, bahkan ada yang menjadi gila. Aktifitas pacaran tidak ada pelaksanaanya dalam Hadits, apalagi menjadi perintah Ilahi Robbi dalam Al- Quran.
Wahai Sahabat yang Gw cintai karena Allah SWT, ayo dung SEMANGAT saling ingat-mengingatkan satu sama lain. Kebanyakan diantara kita, saking akrabnya dengan sahabat. Ketika sahabat kita pacaran, kita membiarkannya. Dengan alasan, “jika sahabat kita bahagia menjalani pacaran itu, kita juga ikut bahagia..”
Sahabat yang membiarkan sahabatnya itu untuk pacaran merupakan tipe sahabat yang secara tidak langsung menjerumuskan kita ke dalam perbuatan maksiat yang terselubung antara dia, pacarnya dan kita sendiri..masuk ke neraka kok ngajak-ngajak..Dalam suatu hadits, yang substansinya “jika kalian melihat maksiat, maka cegahlah dengan tanganmu, jika tak mampu, cegahlah dengan lisan mu, dan jika tak mampu pula, hendaklah di dalam hati kalian ada perasaan benci di dalam hati. Itulah selemah-lemahnya iman..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: