Demokrasi, Buang di Tempat Sampah (judul asli), penyadaran dan pencerdasan umat islam

Demokrasi, Buang di Tempat Sampah
oleh
Imaduddin Al Faruq
Departemen Pembinaan dan Kaderisasi KMM STKS Bandung pada 18 November 2009 jam 20:28

“Demokrasi, BUANG DI TEMPAT SAMPAH”

Demokrasi dikenal sebagai sebuah system atau aturan yang berpandangan bahwa manusia berhak untuk membuat peraturan (undang-undang). Menurut mereka (dekmokrasi), rakyat adalah adalah sumber kekuasaan sehingga rakyatlah yang berhak membuat undang-undang (Nizhamul Fil Islam, hal 39). Jika sejenak kita perhatikan memang tampak seperti bahwa demokrasi sangat menjunjung tinggi peran rakyat dalam pemerintahan, akan tetapi jika kita bisa mencermati sedikit saja, sebenarnya praktek demokrasi itu sendiri dalam kehidupan bernegara sungguh sangat Utopis dan merugikan, sangat tidak bijaksana dan bahkan dapat dikatakan menindas rakyat dengan kebohongannya!!

ASAS DEMOKRASI YANG BERMASALAH

Dalam makna harfiahnya, Kata demokrasi terbagi 2 demos dan kratos. Demos artinya “kekuasaan” dan kratos artinya “rakyat”. Sehingga kita bisa mengambil kesimpulan demokrasi adalah kekuasaan Rakyat artinya rakyat adalah sumber kekuasaan yang berhak untuk menentukan peraturan apapun untuk menjalani hidup mereka. Pertanyaannya, apakah rakyat mampu membuat peraturan hidup yang bisa memberikan kemaslahatan bagi mereka?. Hm… Ayo kita lihat realitanya…

Ketika manusia ditempatkan sebagai pembuat atau sumber hukum maka dengan akal dan pengetahuan yang terbatas tentang kehidupan ini, mereka akan membuat aturan yang didasarkan pada hawa nafsunya dan kepentingan mereka. Namun sesuatu hukum atau aturan tentu perlu adanya kesepakatan diantara pembuat hukum tersebut sehingga mereka mengambil keputusan hukum tersebut berdasarkan suara mayoritas. “Suara Mayoritas” artinya jika sebagian besar masyarakat menginginkan sesuatu, maka pemerintah harus memenuhi keingingan masyarakat tersebut tanpa harus berfikir apakah itu benar ataukah salah? Contohnya saja ketika Rancangan undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi. Dalam draf awal RUU APP ini sebernarnya terdapat kata “anti” dan “pornoaksi”, namun kemudian RUU APP ini mengalami penghapusan kata “anti” dan “pornoaksi” sehingga hanya menjadi UU pornogarfi. Pertanyaannya mengapa bisa terjadi demikian? Jawabnya tentu karena manusia yang membuat aturan atau UU tersebut, memutuskan aturan itu lewat hasil voting atau suara mayoritas tadi. Bahkan dalam menentukan defenisi Pornogarfi saja, harus dilakukan Voting. Maka jadilah UU Pornografi ini dari akal dan pengetahuan yang terbatas dari si pembuatnya. Dengan demikian UU pornografi ini pun lahir bukan untuk menghilangkan atau menghapus pornografi tetapi mengatur pornografi itu sendiri. Dengan sendirinya UU itu sendiri tidak mampu menghilangkan pornografi karena substansinya tidak menyentuh sama sekali permasalahan pornografi itu sendiri. Itulah bodohnya manusia jika membuat aturan. sehingga Allah berfirman dalam Al-qur’an surah Al Ahzab ayat 72:

“… lalu di pikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh”.

DEMOKRASI YANG UTHOPIS
Sebenarnya jika dicermati, demokrasi ini adalah system yang utopis buktinya saja, dalam pengambilan keputusan dalam sebuah perkara tidak terletak pada keinginan rakyat meskipun secara mayoritas rakyat menginginkannya. Contohnya sedehana saja, misalnya ketika rakyat menginginkan agar BBM itu tidak di naikkan, pemerintah malah menaikkan BMM, dengan dalih ini adalah untuk menyelamatkan APBN dan kepentingan rakyat.pertanyaannya adalah kepantingan rakyat yang mana? Apakah kebijakan ini betul untuk kepentingan rakyat ataukah para pemilik modal?”. Ini diperparah dengan diamnya sebagian besar wakil rakyat yang duduk di DPR. Mengapa? Karena mulut mereka sudah di suap dengan sampah (uang) kotor dari para pemilik modal tadi. Jika demikian pertanyaan yang mendasar yang harus terjawab oleh kita semua. “Dimana sebenarnya letak demokrasi ini?”. “Dan untuk siapa sebenarnya demokrasi ini?”. “Apakah untuk rakyat atau para pemilik modal?”.

Contoh diatas sebenarnya hanya segelintir saja dari kebohongan demokrasi, dan menjadi bukti utopisnya demokrasi masih banyak contoh lain yang mungkin banyak masyarakat tidak mengetahuinya. Kali ini saya akan mengajak pembaca melihat bagaimana kebohongan dari cabang-cabang demokrasi ini…

CABANG DEMOKRASI YANG BERMASALAH
Demokrasi yang menempatkan “rakyat” sebagai pembuat atau sumber hukum, sebenarnya juga telah mengandung 4 konsep kebebasan yaitu pendapat, individu, beragama, dan kepemilikan, yang memberikan peluang sebesar-besarnya bagi tiap individu untuk berkuasa karena berbagai kepentingan dan cenderung melupakan ikatan antara dirinya dengan islam (sebagai muslimin). Dengan konsep kebebasan inilah yang banyak melahirkan kemaksiatan yang besar. Misalnya saja, dengan alasan kebebasan beragama, pemerintah tidak mau membubarkan Ahmadiyah yang jelas-jelas kesesatannya, bahkan MUI (Majelis Ulama Indonesia) pun telah mengeluarkan fatwanya bahwa ahmadiyah ini adalah Aliran yang sesat. Kenapa demikian? Karena jelas bahwa demokrasi ini tidak akan mungkin mengganggu kebesasan individu dalam beragama. Ini sebenarnya di perparah oleh tidak adanya UU yang jelas tentang penanganan Aliran-aliran sesat di Indonesia yang membahayakan aqidah umat islam.

Jika memang demokrasi yang terbaik. Maka pertanyaannya, Negara mana yang saat ini betul-betul menerapkan demokrasi dan mendapatkan keuntungan dari sistem demkrasi ini???

Fakta di Amerika yang dikenal Gembong Demokrasi ini…
Amerika Serikat adalah negara kaya. Negara ini sering kali dijadikan rujukan dalam masalah kemajuan bernegara, berdemokrasi, berekspresi dan lain-lain. hal ini karena kekayaan yang dikumpulkan oleh Negara tersebut. Namun sayang, banyak kalangan yang menjadikan Amerika sebagai kiblat tersebut yang lupa bahwa banyak kekayaan Amerika tersebut diperoleh dari hasil pajak pelacuran, perjudian, industri film porno, pabrik minuman keras dan lain-lain. Hanya untuk California saja, menurut laporan CBS News edisi 5 September 2004, mereka memberikan “ keuntungan “ kepada pemerintah melalui pajak tahunan sebesar 36 juta dollar pertahun. Sementara itu, untuk mengkonsumsi komoditi yang berkaitan dengan pornografi saja, masyarakat Amerika mengeluarkan anggaran sekitar 10 milyar dollar per tahun. Apakah sebuah kekayaan yang diperolah dari hasil jual lendir para pelacur dan aktris porno pantas untuk dibanggakan dan dikagumi dan dianggap sebagai symbol kemajuan ?.

Tidak hanya itu mereka tidak menyadari, bahwa di Eropa dan Amerika, terjadi pelecehan wanita yang terjadi secara besar-besaran. Pemerintah di berbagai negara di Eropa dan Amerika bukan hanya memberi izin terhadap keberadaan sindikat yang mengekploitasi wanita sebagai pelacur, penari telanjang atau model telanjang. Bahkan negara memberikan perlindungan total terhadap sindikat yang mengekploitasi wanita tersebut dengan dalih kebebasan.

Yang sangat aneh, Amerika yang sering kali rewel tentang berbagai isu HAM ternyata menjadi surga para penculik wanita untuk menjadi budak seks. Menurut laporan INS ( Imigration and Natural Service ), sedikitnya ada 256 rumah pelacuran di 26 kota yang ternyata menjadi penadah wanita yang diculik dari Asia, Afrika dan belahan dunia lain. ( http:// Minggu Pagi. Com. 5 September 2001 )

Akibat dari “kebebasan wanita “ yang digemakan di Eropa dan Amerika ternyata cukup dahsyat. Memang mereka bebas untuk melakukan apapun atau pergi ke manapun dan kapanpun. Namun ternyata, bencana demi bencana mengguncangkan kaum wanita. Di samping menjadi sasaran penculikan, kaum wanita juga menjadi sasaran pemerkosaan di mana-mana. Setiap tahun, setiap tahun terjadi pemerkosaan 700.000 kali ( http://. http://www.Irib. Ir./Word Service/Melayu Radio/ Perspektif/2004/4 Juli ). Pemerkosaan tersebut tiada pandang bulu. Bahkan hingga menimpa personel militer wanita. Sebagaimana uraian sebelumnya, dalam Perang Teluk I saja, terjadi 60.000 kasus pemerkosaan terhadap personel wanita Amerika oleh rekannya yang pria. Bisa dibayangkan, jika dalam lembaga militer yang bertugas di medan hanya beberapa bulan sudah terjadi sedemikian banyak pemerkosaan, bagaimana dengan di luar lembaga kemiliteran.

Tidak hanya itu, sejak didaulat sebagai Negara yang memasuki resesi pada desember 2007 hingga September 2009, jumlah pengangguran di negeri paman sam meledak dari 7,6 juta orang menjdai 15,1 juta orang (Bureau of Labor Statistics U.S.Departement of Labor. News Release: The Employment Situation-september 2009). Dari sisi lain, biaya krisis yang dikeluarkan AS menyebabkan difisit terburuk sejak 1945. Sejak pemerintahan Obama di mulai Amerika mengalami defisit APBN hingga US$ 1,4 Trilyun (cboblog.cbo.gov, 7/10/2009). Bahkan jumlah utang pemerintah Amerika pun bertambah yang kini sudah menyentuh US$ 11, 90 Tirlyun (Treasurydirect.gov).

Fakta di Inggris yang Juga Mengadopsi Sistem Demokrasi ini…
Di Inggris, setiap hari ada 175 perampokan dengan memakai pisau. 2 orang wanita dibunuh setiap harinya sebagai akibat dari kekerasan rumah tangga. Bahkan menurut survey yang ada, 1 dari 5 kaum muda kekerasan terhadap wanita bisa diterima. Lebih parahnya lagi, ada 1 dari 20 wanita yang diperkosa. Di negeri itu juga ada lebih dari 10 orang dibunuh dan terluka karena sejata setiap harinya. Angka Kriminalitas yang paling mutakhir menunjukkan bahwa pada tahun 2007 ada lebih dari 1 juta kasus pencurian mobil. Kecanduan alcohol yang mewabah dengan dibukanya pub-pub dan kelab-kealb malam selama 24 jam. Masalah perjudian dipenuhi dengan banyaknya proposal untuk membangun banyaknya “super casino”. (Dr. Imran Wahed- Inggris, Al- Wa’ie hal 19, edisi Agustus 2008 ). Inilah segelintir kebobrokan demokrasi yang mengusung ide kebebasan.

Fakta di Indonesia dengan Mengadopsi Sistem Demokrasi ini…
Di Indonesia, data menunjukkan angka aborsi mencapai 2,2 juta setahun. Untuk situs porno ada 4,2 juta didunia dan 100 ribu di internet Indonesia (Taufik Ismail, budayawan Indonesia, Al- Wa’ie hal 19, edisi Agustus 2008). Menurut Sekjen Aliansi selamatkan Anak Indonesia, Inke Maris, Indonesia menduduki peringkat ketiga pengakses internet dengan kata seks (Republika, 22/9/2009). Bahkan Indonesia sudah sejak beberapa waktu lalu dinilai sebagai “surga Pornopgrafi” kedua setelah Rusia. Di Indonesia seks bebas mencapai 22,6% dan sebagian besarnya dilakukan oleh para remaja. Angka kasus aborsi mencapai 200 ribu kasus per tahun (Detik.com, 9/4/2009). Selama tahun 2008 tercatat ada 46.076 kasus perceraian yang ditangani oleh pengadilan agama di Indonesia. (Kompas, 22 Maret 2009 hal, 1.) Secara nasional berdasarkan data ILO, pada tahun 2002-2006 saja ditemukan sebanyak 165 ribu pelacur (Tempointeraktif, 8/2/2007). Sejak tahun 2004 sebanyak 4.348 kasus korupsi. (Jurnanasional.com, 9/12/2008). Dari semua kerusakan itu, ternyata diperparah dengan diberlakukannya sejumlah UU yang menambah kesengsaraan rakyat. Misalnya, UU Migas, UU Penanaman Modal, UU Minerba, UU BHP dan lain-lain.

Dari semua fakta diatas sebenarnya sudah cukup untuk membuka mata kita lebar-lebar, dan memikirkan kembali tentang kebobrokan system demokrasi ini, system yang sejak lahirnya memang sudah cacat (prematur) itu artinya demokrasi yang menjadi andalan setiap. Dari fakta diatas itu pula, kita bisa menyimpulkan tidak ada yang bisa selamat dari kehancuran jika menerapkan system demokrasi ini, bahkan Negara-negara berkembang sekalipun sugguh penuh dengan kebohongan dan keutopisan ketika menerapkan system demokrasi ini sehingga melahirkan kemiskinan, kemelaratan dan kemaksiatan yang sistemik atau terstruktur. Jika demikian masihkah kita berharap dengan sistem demokrasi ini?.

Wahai saudaraku…
Sampai kapan kita akan hidup diatur dengan system demokrasi yang telah nyata kebobrokannya. Dan sampai kapan kita akan melihat penderiataan umat manusia yang dilahirkan oleh sistem demokrasi. Tidakkah kalian merasa geram ketika dustur ilahi (undang-undang atau aturan Allah) ini di injak-injak oleh system demokrasi ini? Sudah saatnya kita mengembalikan kedaulatan itu kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita dan Alam semesta ini. Tidak ada pilihan saudaraku kecuali kembali kepada islam sebagai sumber kemuliaan setiap umat manusia dan sebagai rahmat Alam semesta dalam naungan Khilafah Islamiyah.

Ya Allah, sungguh hamba telah menyampaikan syariat-Mu, maka saksikanlah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: